Home Biografi Biografi Ismail Marzuki, Pejuang Indonesia Lewat Musik

Biografi Ismail Marzuki, Pejuang Indonesia Lewat Musik

198
0
Biografi Ismail Marzuki, Pejuang Indonesia Lewat Musik
Ismail Marzuki

Idehit.comBiografi Ismail Marzuki, seseorang seniman, komponis dan juga Pahlawan Nasional Indonesia yang telah menciptakan banyak karya lewat lagu-lagu yang masih terus dinyanyikan hingga saat ini.

Ismail Marzuki beliau lahir di Kwitang, Senen, Batavia, 11 Mei 1914 dan meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, 25 Mei 1958 pada umur 44 tahun.

Nama aslinya adalah Ismail, sedangkan ayahnya bernama Marzuki, sehingga nama lengkap sebenarnya adalah Ismail bin Marzuki. Namun seiring berjalannya waktu, namanya hanya dikenal dengan sebutan Ismail Marzuki.

Bukan perjalanan hidup yang mengenakan bagi beliau tatkala saat baru berumur tiga bulan ibunya meninggal dunia. Sebelumnya Ismail Marzuki juga telah kehilangan 2 orang kakaknya bernama Yusuf dan Yakup yang telah mendahului saat dilahirkan.

Selanjutnya beliau tinggal bersama ayah dan seorang kakaknya yang masih hidup bernama Hamidah, yang umurnya lebih tua 12 tahun dari Ismai.

Pekerjaan Beliau Dari Kasir Hingga Menjadi Pemusik

Setelah lulus sekolah, Ismail bekerja di Socony Servie Station sebagai kasir. Gajinya yang sebesar 30 golden per bulan ditabungnya untuk membeli biola.

Tak lama bekerja menjadi kasir, dia lalu keluar dan bekerja di perusahaan dagang KK Nies yang menjual alat-alat musik dan merekam piringan hitam. Dia betah di tempat kerja barunya tersebut karena sejalan dengan hobi musiknya. Sejak kerja di sini pula, dia rajin membeli piringan hitam musik-musik instrumen barat: samba, tango, dan lainnya.

Bakatnya di bidang musik semakin terasah, di usia muda Ismail sudah menguasai banyak alat musik: gitar, piano, accordion, ukulele, rebab, harmonika, biola, dan lainnya Di usia muda.

Saat usianya menginjak 23 tahun Ismail bergabung dengan grup orkes Lief Java pada 1937, sejak saat itu kemampuan musiknya meningkat pesat. Dia mampu mengaransemen lagu beragam genre: pop, keroncong, seriosa, dan lainnya. Dia juga punya banyak kesempatan untuk tampil di radio dan di acara-acara pentas.

Ismail melakukan rekaman pertama melalui perusahaan Polydor dan Odeon. Lagu-lagu yang direkam di antaranya: O…Sarinah, Ali Baba Rumba, dan Olhe Lheu Dari Kotaradja. Para penggemar musik, khusunya anak muda, menyambutnya dengan hangat.

Ismail juga mengisi lagu untuk filem Terang Bulan yang dibintangi RD Mochtar. Dia menyanyikan lagu Duduk Termenung. Kesuksesan film Terang Bulan membuat Ismail dan Lief Java diundang ke Singapura dan Malaysia untuk pentas karena film Terang Bulan sangat sukses di kedua negara tersebut.

Pada 1940, Ismail menikah dengan Eulis Zuraidah. Keduanya tidak dikaruniai anak, tapi kemudian memiliki seorang anak angkat bernama Rachmi Aziah.

Masa Akhir hayat

Ismail jatuh sakit pada 1956. Lagu ciptaan terakhirnya dibuat pada masa sakit, berjudul Inikah Bahagia? Tanggal 25 Mei 1958, di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, Ismail meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, 44 tahun dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Pada tahun 1968 Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat. Beberapa barang peninggalannya dipajang di tempat tersebut: biola, accordion, jam dinding, dan lainnya.

Ismail Marzuki selama ini diyakini sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai pencipta lagu Halo, Halo Bandung yang terkenal. Lagu tersebut menggambarkan besarnya semangat rakyat Bandung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Namun sebenarnya siapa pencipta lagu tersebut yang sebenarnya masih diperdebatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Hingga kini lagu Halo-halo Bandung masih menjadi Kontroversi.

Karya Ismail Marzuki

Seperti telah disebutkan bahwa sangat banyak sekali karya lagu yang telah diciptakan oleh beliau diantaranya:

Aryati; Gugur Bunga; Melati di Tapal Batas (1947); Wanita; Rayuan Pulau Kelapa; Sepasang Mata Bola (1946); Bandung Selatan di Waktu Malam (1948); O Sarinah (1931); Keroncong Serenata; Kasim Baba; Bandaneira; Lenggang Bandung; Sampul Surat; Karangan Bunga dari Selatan; Selamat Datang Pahlawan Muda (1949); Juwita Malam; Sabda Alam; Roselani; Rindu Lukisan; Indonesia Pusaka.

Di antara semua lagunya, yang paling terkenal adalah Halo-Halo Bandung dan Rayuan Pulau Kelapa. Walaupun, lagunya yang berjudul Halo-Halo Bandung masih diperdebatkan oleh sebagian masyarakat.

Mendapat Anugerah Pahlawan Nasional

Pada tanggal 5 November 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia memalui Keppres No. 89/TK/2004.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − 1 =