Beranda Kumpulan Kata Kata Kata Bijak Mutiara Dalam Bahasa Jawa

Kata Kata Bijak Mutiara Dalam Bahasa Jawa

284
0
Kata Mutiara Bijak Bahasa Jawa
Kata Mutiara Bijak Bahasa Jawa

Idehit.com Kata Kata Mutiara Bahasa Jawa sangatlah banyak kandungan makna dalam sebuah perkataan dari orang oarang Jawa pada zaman dahulu dan sering dipakai hingga zaman sekarang.

Makna yang semiliki kandungan nilai lebih ini sering kali dipercaya bisa menjadi doa bahkan penyemangat hidup.

Didalam tata krama Jawa baik itu aksara jawa atau adab tata bahasa dan tingkatan yang dipakai oleh orang Jawa sangatlah beragam dari bahasa Jawa biasa (Ngoko) penggunaan bahasa Jawa sehari hari biasanya diucapkan dengan teman sebaya atau orang yang sudah lama akrab.

menengah (madya) penggunaan bahasa dengan orang lebih tua, pada umumnya tingkat bahasa ini sering dicampur dengan bahasa ngoko.

Bahasa Jawa halus (nginggil) digunakan kepada orang yang dimuliakan biasanya dengan guru kalau zaman dahulu biasanya dipakai saat menghadap para petinggi kerajaan (bahasa abdi dalem).

Ada juga bahasa yang sampai saat ini masih ada beberapa yang masih menggunakan namun sangatlah jarang seperti bahasa kridho, terkait bahasa ini admin sendiri belum bisa mengartikan secara jelas mengingat tingkat bahasa dan memiliki arti sangat dalam.

Pada kesempatan kali ini penulis hanya akan memberikan beberapa ukoro (untaian kata) yang biasa digunakan secara umum atau dengan tingkat bahasa yang paling banyak digunakan oleh orang orang jawa setiap hari yakni bahasa ngoko.

Kata Kata Mutiara Bijak Bahasa Jawa

Beberapa kutipan kata kata Bijak mutiara bahasa jawa umum ngoko atau bahasa keseharian (Kasar)

‘Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, Tapi ati lan perasaan ora bakal iso di apusi’

( Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, bibir bisa salah berbicara, Tetapi hati dan perasaan tidak mungkin bisa di bohongi )

“Nek Wis Niat Kerjo IKu,Ojo Golek Perkoro, Nek wes diniati golek rejeki iku Ora Usah Golek Rai.”

(Kalau memiliki niat untuk bekerja jangan mencari masalah, dan jika berniat cari rejeki jangan cari muka).

“Wong Iku Yo Sesekali Ndelok Ngisor Ojo Ndelok Nduwur Ae, Nek Kesandung Kapok.”

(Jadi orang jangan hanya memandang atas saja takutnya nanti kesandung).

‘Sopo sing nandur bakal ngunduh’

( Siapa yang menanam itu lah yang akan memanen hasilnya )

“Ojo dadi uwong sing rumongso bisa lan rumongso pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumongso”

(Jadi orang jangan hanya bisa menganggap dirinya paling hebat, melainkan juga harus bisa melihat kekurangannya).

‘Yen kue terus sambat karo opo sing kue ora ndue, Iku bakalan gawe kue ora cukup karo urip iki, sukuri wae opo sing ono’

(Jika kamu terus mengeuh dengan apa ynag kamu tidak punya, Itu bakal buat kamu tidak cukup dengan hidup ini, Syukuri saja apa yang ada)

‘Sebejo bejone wong kang lali, Esek bejo wong kang eleng lan waspodo’

(Seberuntung beruntungnya orang yang lupa, masih beruntung lah orang yang ingat dan waspada)

‘Wong sing menang iku wong sing ngasorake priyanggane dewe’

(Pemenang adalah orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri)

‘Ojo tinggal nyolong playu’

(Jangan pergi meninggalkan tanggung jawab)

‘Mending jujur senajan ngelarani ati , Ketimbang munafik jebule tukang ngapusi’

(Mending jujur walaupun menyakiti hati, Dari pada munafik ternyata suka berbohong)

‘Luwih pantes di ajeni wong sing wani urip ketimbang wani mati, Yen wani urip kudu kuat, Yen wani mati mung kerono nekat’

( Lebih pantas Dihormati orang yang berani hidup dari pada yang berani mati, Jika berani hidup itu harus kuat, Jika berani mati cuma karena nekat )

‘Nek lagi rekoso ojo gersulo, lakonono wae dungo iku luweh becik’

( Kalau sedang susah jangan mengeluh, berdo’a lah itu lebih baik )

‘Alam iki sajatining guru’

( Alam ini adalah guru )

‘Ojo mabuk bondo opo meneh mabuk kuoso, Uripmu iso rekoso’

( Jangan mabuk harta apalagi mabuk kuasa, Hidupmu bisa sengsara )

‘Aja obah lan atimu kemranyah, Aluwung meneng nganti atimu lerem’

( Jangan bergerak jika hatimu tidak tenang, lebih baik diam sampai hatimu dingin dan tenang )

‘Gusti paring ndalan kanggo uwong seng gelam ndalan’

( Tuhan memberikan jalan bagi orang/manusia yang mengikuti jalan kebenaran )

‘Alam ora bisa di lawan, Awu seng semebar iku sejatine berkah gusti kanggo njaga kasuburan bumi jawa, Mulane ayo pada si syukuri wae’

( Alam tidak bisa di lawan, Abu ynag berterbangan adalah berkah tuhan untuk menjaga kesuburan bumi jawa, Untuk itu ayo di syukuri saja )

‘Jumbuh karo unine bebasan, sabar iku kuncining swarga, ateges marganing kamulyan’

( Berlaku sabar itu adalah “jalan utama” untuk mendapatkan “surga Yang dimaksud disini adalah ketentraman dan kedamaian dalam menjalani kehidupan )

‘Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati’

( Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat )

‘Kafire Dewe Gak Digatekke, Yen Iseh Kotor Ati Akale”

( Sedangkan kekafirannya tidak dihiraukan, Hal itu disebabkan oleh hati dan akal yang masih kotor )

‘Sabar iku ingaran mustikaning laku’

( Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yg sangat indah dalam sebuah kehidupan )

“Jumbuh karo unine bebasan, sabar iku kuncining swarga, ateges marganing kamulyan.”

( Sama seperti bunyi sebuah peribahasa, berlaku sabar itu adalah “jalan utama” untuk mendapatkan “surga”. Yang dimaksud disini adalah ketentraman dan kedamaian dalam menjalani kehidupan )

‘Nanging ora ateges gampang pepes kentekan pengarep-arep’

( Akan tetapi bukan berarti lalu kita gampang kehilangan pengharapan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 18 =