Beranda Sinopsis Sinopsis Ishq Subhan Allah Episode 39, Film India

Sinopsis Ishq Subhan Allah Episode 39, Film India

71
Sinopsis Ishq Subhan Allah Episode 1 - End Selesai Lengkap Film India
Sinopsis Ishq Subhan Allah, Film Drama India, Images (Zee TV)

Idehit.comSinopsis Ishq Subhan Allah Episode 39, drama India di ANTV. Di episode sebelumnya sinopsis Ishq Subhan Allah, Kabir dan Zara berada dalam mobil yang akan bertemu.

Zara mengatakan cara ini jangan pergi ke papan, ke mana kita akan pergi? Kabir mengatakan tunggu sebentar dan Anda akan tahu, Zara melihat. Kabir menghentikan mobil di beberapa jalan.

Lebih lengkap tentang sinopsis film Ishq Subhan Allah menjadi salah satu film India dengan rating terbaik dimana cerita film bertemakan dengan Agama Islam.

Dinegara aslinya India, film Ishq Subhan Allah ditayangkan langsung oleh channel Zee TV.

Update Sinopsis Ishq Subhan Allah Episode 39 recap, Zara tiba mendatangi Shahbaz serta keluarga. Lalu Kabir memintanya buat membagikan cek. Zara panik namun mempunyai sebagian kertas di tangannya.

Ruksaar berpikir ia menyetor cek di bank kemudian apa yang ia kembalikan? Zara membagikan slip kepada Shahbaz, Shahbaz memberikannya kepada Kashan buat ditaruh. Zeenat memandang kalau itu cek bank Zara. Ia berkata ini bukan cek mahar, itu mempunyai ciri Kamu bukan ciri Shahbaz. Kabir menatapnya.

Ruksaar berpikir dalam hati permainan apa ini? Ia berkata apakah setoran bank ini milikmu? Aku menciptakannya di dekat meja. Kabir berkata tunjukkan padaku? Ia mengambilnya serta membacanya.

Zara berkata saya menyetor cek saya di bank. Zeenat berkata kenapa kalian tidak mempercayai Shahbaz? Aku tidak sempat menyetor cek saya. Ayesha berkata itu merupakan cek Zara serta ia berhak menyetornya. Kabir berkata ya itu haknya tetapi ia sepatutnya memberitahuku. Kata Ruksaar, Zara

bisa jadi perlu duit. Zeenat berkata duit sebanyak itu? Kabir berkata ya beri ketahui kami. Zara berkata Kabir saya menyetorkan cek buat Kamu, saya mau menolong dalam proyek Kamu, ia berangkat. Ruksaar berkata Kabir apakah baik buat mengambil sokongan dari istrimu buat bekerja? Kabir berkata saya tidak perlu sokongan siapa juga, Tuhanku telah lumayan bagiku, ia memohon Kashan buat menyetor cek Zara di account Shahbaz.

Zara terdapat di kamarnya serta berkata ia marah apalagi kala saya melaksanakan hal- hal yang baik, kerabat wanita itu sangat senang.. gimana Ruksaar menciptakan slip setoran? apakah ia memata- matai saya? Sepatutnya saya mengusirnya dari rumah kala saya kembali dari Kashmir.

Kabir tiba ke situ, ia memelototinya serta berangkat ke kamar mandi. Ia menyegarkan diri. Zara berkata kalian sepatutnya tidak menghinaku di depan seluruh.

Kabir bilang saya menghinamu? gimana Kamu dapat berpikir kalau saya hendak mengambil duit mehar Kamu buat proyek saya? itu seluruh plot Kamu buat menampilkan kalau Kamu mau menolong saya, istri saya berencana buat menolong saya dengan cek serta seluruh serta saya tidak ketahui seluruh itu?tanyanya.

Zara berkata terdapat perbandingan antara merancang serta menolong serta bila seseorang istri menolong suaminya, kemudian apa yang salah? Kabir berkata itu salah, suami yang mengambil pertolongan dari istri tidak memiliki tulang balik, suami memiliki tugas buat mengurus istri bukan kebalikannya, Aku memiliki sebagian ketentuan yang tidak hendak saya langgar.

Zara berkata namun saya berpikir berbeda, istri bisa menolong suaminya serta tidak terdapat yang salah dalam perihal itu. Kabir berkata tidak terdapat manfaatnya berdialog dengan Kamu. Mereka berdua silih melotot. Kabir tiduran di sisi ranjangnya. Zara tiduran miring, mereka berdua silih berpandangan. Zara melirik mereka. Mereka berdua tidur dengan silih membelakangi.

Di pagi hari, Zara bangun serta memandang Kabir lenyap, ia pikir ke mana pastor gusar berangkat di pagi hari?

Kabir tiba ke situsnya dengan seseorang investor, dia menampilkan kepadanya web serta beberapa barang. Ia berkata kepada investor kalau visi saya merupakan kalau tiap anak dalam agama kita mempunyai novel dunia serta novel agama di tangan mereka. Investor berkata Tuhan menyertai Kamu.

Zara tiba ke dapur, Ruksaar bertanya apakah ia mau teh? Zara mengabaikannya serta bertanya pada Ayesha di mana Kabir? Ia berkata sebagian investor berjumpa Kabir jadi ia berangkat buat menampilkan kepadanya web itu, mereka hendak kembali ke rumah, Kamu membuat pelayan berkata apa yang wajib terbuat, kami hendak berangkat ke tamu jadi yakinkan Kamu mempunyai segalanya buat menyongsong mereka, katanya pendeta mengirim investor itu begitu ia religius. Ruksaar mencermatinya serta menggerenyotkan bibir.

Kabir serta investor tiba ke rumah. Ruksaar tiba ke Kabir bertanya di mana ia? ia memandang investor serta menutupi mukanya, ia berangkat. Investor berkata kepada Kabir kalau saya religius, saya bahagia memandang mereka menjajaki liputan. Kabir berkata kita menjajaki Islam seluruhnya. Mereka masuk rumah. Ruksaar berpikir ia jadi Islami hendak menolong saya.

Zara tiba ke kamarnya serta mengambil teh kashmiri, katanya pendeta serta investor saya hendak menggemari ini.

Zara tiba ke dapur serta bertanya pada pelayan apakah ia memasukkan kacang ke dalam halwa? ia mengangguk. Ruksaar berkata kita dapat memasukkannya ke dalam teh pula.

Zara berkata kalian sudah tinggal di rumah besar serta apalagi tidak ketahui kalau kacang dimasukkan ke dalam juice bukan teh, saya sudah bawa teh Kashmir, memakainya, Kabir memberikannya bagaikan hadiah bulan madu.

Ruksaar melihatnya sembari membuat teh. Zara berkata teh ini membuatku menegaskan kenangan Kashmir. Ruksaar berkata keluar dari ingatan. Pelayan mulai minum teh namun Ruksaar dengan terencana menempatkan kaki di jalannya, pelayan jatuh.

Ruksaar berkata tidak bisakah kalian memandang apa yang kalian jalani? Zara berkata tidak apa- apa, saya memiliki teh lagi, saya hendak mengambilnya, ia berangkat dengan teko teh. Ruksaar berkata rencana itu sukses.

Investor berkata kepada Kabir kalau tanpa agama saya tidak bisa menguasai hidup saya serta Kamu mengikutinya, seperti itu sebabnya saya siap buat menginvestasikan duit saya dalam proyek Kamu. Zara tiba ke situ serta menyambutnya. Investor marah sebab ia tidak menutupi mukanya.

Kabir berkata ia merupakan istriku Zara. Zara menuangkan teh untuknya serta menawarkan teh padanya, ia bilang saya tidak mengambil beberapa barang dari wanita namehram. Kabir mengambil teh darinya serta memberikannya kepada investor.

Investor bertanya kepada Kabir, ia tidak memohon istrinya buat menutupi mukanya? wanita tidak boleh berkeliaran semacam ini, kita tidak dapat berikan mereka kebebasan semacam ini. Zara berangkat namun mencermatinya.

Ia menyudahi serta mendatanginya. Ia berkata kepada investor kalau saya memohon maaf namun segala badan saya tertutup serta itu tidak melindungi Kamu? katanya wajah Kamu menampilkan, Kamu merupakan istri pendeta, Kamu tidak boleh tiba tanpa menutupi muka seseorang laki- laki lain. Ruksaar serta Zeenat mencermatinya.

Zara berkata saya memohon maaf namun Kamu memandang wajah perempuan lain pula, Quran memohon Kamu buat melindungi mata Kamu lebih rendah pula. Kabir bergumam Zara! Zara berkata bila laki- laki tidak memandang perempuan lain hingga perempuan tidak butuh menutupi diri mereka sendiri. Investor marah.

Kabir berkata satu menit. Ia memohon Zara buat masuk ke dalam. Zara mengatakan kepada investor kalau Kamu bisa berupaya buat mengurung kami namun Kamu tidak bisa mengambil kebebasan dari kami yang dikasih Allah serta Nabi kepada kami. Kabir berteriak pada Zara, saya memintamu buat masuk. Zara dengan marah berangkat dari situ.

Kabir meminta maaf kepada investor, investor berkata saya tidak dapat menunjang pemikiran semacam ini serta saya tidak dapat menghina agama saya, Kamu sudah membaca agama, Kamu merupakan seseorang imam, Kamu wajib membuat rumah Kamu terlebih dulu saat sebelum menjadikannya baik buat negeri, Kamu bisa melaksanakan proyek nanti tetapi saya tidak tertarik dengan proyekmu dikala ini, ia berangkat. Kabir marah serta tegang, ia ingat alasan Zara dengannya.

Ruksaar serta Zeenat memandang seluruh ini. Kabir dengan marah membuang file- nya serta berteriak Zara. Zara tiba ke situ.

Kabir memandangnya serta berkata Kamu mau menghina suami Kamu di depan seluruh? jalani seluruhnya, kenapa butuh mengenakan dupatta ini? ia melepas dupatta nya? Ia mengembalikannya serta mengatakan saya tidak suka benak ini, jadi saya katakan padaku.

Kabir berteriak kalau cuma pikiranmu yang benar? segala dunia serta pikiranku salah kecuali kalian? Ia mencapai pundaknya serta berkata bila saya, keluargaku ataupun rumah ini dihina sebab pikiranmu.. ia berbisik di telinganya yang tidak hendak dapat ditanggung olehku.

Ia menggali jari- jarinya di bahunya. Zara tertegun. Kabir memelototinya serta berkata Kamu mau menghina suami Kamu di depan seluruh? jalani seluruhnya, kenapa butuh mengenakan dupatta ini? ia melepas dupatta nya? Ia mengembalikannya serta mengatakan saya tidak suka benak ini, jadi saya katakan padaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + 5 =