Beranda Kesehatan Ternyata Ada Manfaatnya Juga Loh, Persaingan Sehat pada Anak

Ternyata Ada Manfaatnya Juga Loh, Persaingan Sehat pada Anak

115
Ternyata Ada Manfaatnya Juga Persaingan Sehat pada Anak
Ilustrasi sebuah Persaingan pada Anak

Idehit.com – Istilah kata persaingan pada anak mungkin saja sangat kurang enak didengar bahkan terkesan kotor untuk dibayangkan bagi para orang tua.

Namun sebuah persiangan sehat atau dengan istilah kompetisi sportif ternyata juga ada manfaatnya juga loh bagi perkembangan mentalitas anak.

Melansir dari Medcom.id, sebuah pakar yang bergerak untuk meneliti perkembangan anak dan neuropsikolog pediatrik Timothy Gunn menunjukkan bahwa sedikit kompetisi sehat baik untuk perkembangan anak. Selain memberi pengalaman akan menang dan kalah, kegiatan kompetisi membantu anak mengembangkan keterampilan. Termasuk empati dan keuletan yang dapat digunakan hingga dewasa.

“Kompetisi membantu anak-anak belajar bahwa tidak selalu yang terbaik atau paling cerdas yang berhasil, tetapi lebih baik bagi mereka yang bekerja keras dan terus melakukannya,” katanya, dikutip oleh Kesehatan.

Selain itu, katanya, anak-anak yang berpartisipasi dalam kompetisi mengembangkan keterampilan sosial yang penting melalui interaksi dengan anak-anak lain. “Anak-anak belajar nilai dari kerja keras dan mengembangkan harga diri dan daya tahan.”

Keuntungan lain dari kompetisi yang adil adalah bahwa anak-anak belajar untuk menjadi bagian dari tim. “Banyak permainan kooperatif mengajarkan anak-anak bagaimana memecahkan masalah tim dan membantu mereka mengembangkan keterampilan seumur hidup yang melayani kebaikan bersama,” kata Ronda Klosterman, seorang guru pendidikan jasmani di Sekolah Dasar St. Joseph di Long Beach, California.

Kuncinya adalah memastikan kompetisi konstruktif.

Apa saja manfaat persiangan sehat pada anak?

Beberapa yang bisa mereka dapatkan dari sebuah persiangan sehat adalah:

1, Meminta berpartisipasi dalam kegiatan lagi

2. Menang dan kalah dengan anggun

3. mempelajari keterampilan baru dan ingin memperbaiki diri

4. mengalami peningkatan harga diri

Sebaliknya, persaingan tidak sehat menyebabkan anak:

1. Menolak partisipasi dalam kegiatan

2. Memalsukan penyakit untuk menghindari aktivitas

3. Menunjukkan tanda-tanda depresi, kegelisahan, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan.

“Kebanyakan anak yang kompetitif mengalami kecemasan sebelum pertandingan besar (atau ujian), tetapi mereka tidak boleh terus-menerus khawatir karena dapat mempengaruhi area lain dalam hidup mereka,” Dr. Gunn memperingatkan.

Selanjutnya Dr. Gunn menambahkan hal penting lainnya adalah perubahan persepsi. “Saya percaya bahwa bagian dari mengembangkan kompetisi yang sehat adalah bahwa anak-anak mempelajari bahwa pesaing mereka yang paling penting adalah diri mereka sendiri,” kata Dr. Gunn.

Misalnya, saat anak kalah dalam lomba lari. Alih-alih menekankan pada waktu paling lambat yang dicapai anak, alihkan fokus anak untuk mengalahkan waktu terakhirnya.

“Ajari anak untuk tidak khawatir tentang seberapa cepat anak-anak lain. Tetapkan waktu bagi anak untuk menyelesaikan jarak tertentu, sehingga sudut pandangnya berubah dari bersaing melawan anak-anak lain menjadi bersaing dengan penampilannya sendiri,” katanya.

Sehingga anak-anak beralih dari kegagalan ke kesuksesan, dan terus berkompetisi, bahkan jika anak sering menduduki peringkat terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =